
Jalan menuju PEMBUAHAN.
Bukankah sebenarnya kebanyakan dari kita lahir di bumi ini hanya karena KEBETULAN ? Ya, yaitu kebetulan “si telur” bertemu dengan “sang sperma”. Tiga hal penting yang diperlukan dalam pembuahan alami adalah Telur, Sperma dan Timing. (waktu yang tepat)
Sedangkan mungkin beberapa dari kita dan anak-anak kita lahir bukan semata-mata karena kebetulan belaka. Mereka lahir secara disengaja. Tiga hal penting yang diperlukan dalam pembuahan model ini adalah Telur, Sperma dan bantuan Tehnologi.
Pembuahan Alami : Timing
Sejak pertama kali seorang gadis mendapat haid, orangtua berpesan untuk selalu berhati-hati karena haid adalah tanda bisa hamil kapan saja, ya kan ?
Sebenarnya, apa mudah seorang wanita menjadi hamil secara spontan ? Ternyata TIDAK.
Riset menyimpulkan setiap pasangan usia produktif cuma punya angka keberhasilan 25 % untuk menjadi hamil di setiap siklus haid wanita setiap bulannya. Juga disimpulkan bahwa hanya sekitar 50% pasangan pengantin baru yang lagi rajin2nya menjadi hamil dalam periode 12 bulan, selebihnya memakan waktu yang relatif lebih lama.
Kenapa ?
Sebenarnya kunci keberhasilan pembuahan alami ini adalah Timing yaitu : waktu Ovulasi (pelepasan telur).
Angka keberhasilan menjadi hamil hanya 25% karena :
1. Dalam satu siklus haid wanita yang bervariasi antara 25-36 hari, ovulasi hanya terjadi SATU kali.
2. Kapan tepatnya sebuah telur dilepas tidak bisa ditentukan dengan pasti, karena bisa berubah-rubah dari satu siklus ke siklus lainnya, walaupun untuk wanita yang sama. Kadang ovulasi tidak terjadi dalam siklus haid, yang berarti tidak ada telur yang siap dibuahi.
3. Telur yang dihasilkan hanya mempunyai umur hidup berkisar 24 jam sejak ovulasi. Beberapa wanita mempunyai telur dengan umur hidup yang lebih pendek mencapai 12 jam saja.
4. Sperma menempuh perjalanan yang cukup panjang yaitu melewati rahim dan mencapai telur yang berada di saluran indung telur ( Tuba Fallopi ). Perbandingannya 1:1000 yaitu satu sperma yang sampai di saluran ini diantara seribu sperma yang saling berkejaran, dan waktu tempuh bervariasi antara 5-45 menit.
5. Sperma memerlukan waktu yang cukup lama untuk menembus telur ke intinya yaitu berkisar antara 7-8 jam.
Dengan kondisi timing yang sangat sempit seperti diatas maka pembuahan alami cenderung bukanlah sebuah kepastian, melainkan hanya kebetulan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan angka keberhasilan kehamilan ini menjadi 50 % atau lebih, sangat dianjurkan seorang wanita mengerti bahasa tubuhnya dan memahami siklus kesuburannya dengan baik. Setiap wanita itu unik, setiap wanita memiliki panjang siklus haid yang berbeda satu sama lain dan mempunyai tanda2 sekunder khas tersendiri.
Siklus kesuburan mempunyai pola yang bisa dipelajari siapa saja, dan manfaatnya GANDA yaitu :
- Pasangan yang berniat HAMIL, akan menggunakan masa subur sebaik mungkin dengan meningkatkan aktivitas sexual. Masa subur diperkirakan 5-7 hari yaitu dihitung 2-3 hari sebelum ovulasi sampai 2-3 hari setelah ovulasi. Hal ini dilakukan mengingat waktu ovulasi tidak bisa diketahui dengan pasti.
- Pasangan yang berniat TIDAK HAMIL, akan menggunakan masa subur sebagai KB alamiahnya dimana 5-7 hari masa subur dijadikan masa puasa aktivitas sexual. Diluar masa subur, aktivitas kembali normal.
Siklus kesuburan dapat dipelajari dengan melakukan pencatatan dan pengamatan yaitu :
1. Belajar mencatat tanggal haid setiap bulan (yaitu hari pertama haid, tidak perlu mencatat kapan haid selesai). Ovulasi dipastikan terjadi 14 hari sebelum hari pertama haid.
Kasus : hari pertama haid tgl 25 Februari. Berarti ovulasi terjadi tgl 11 Februari dan haid menyatakan kondisi pembuahan tidak terjadi .
2. Belajar menghitung rata2 panjang siklus haid ( dari hari pertama haid sampai hari pertama haid berikutnya)
Kasus : Catatan hari pertama haid 4 bulan berturut-turut sbb : 17 Nov, 20 Des, 22 Jan, 25 feb. Terlihat bahwa panjang siklus haid rata2 34-35 hari. Berarti diperkirakan bahwa ovolusi terjadi di hari ke 20-21 setelah hari pertama haid yaitu ovulasi terjadi tanggal 6 Des, 8 Jan dan 11 Feb.
3. Belajar membuat catatan ringan tentang aktivitas sexual dengan pasangan. Cukup sekedar beri tanda Y=Ya atau T=Tidak.
Kasus : Cek apakah ada aktivitas sexual dengan pasangan pada tanggal 11 Februari. Bila Y, hal ini harus menjadi perhatian, dengan mengusahakan peningkatan kegiatan sexual tidak hanya pada tanggal ovulasi, tetapi juga menjelang dan setelah tanggal ovulasi.
4. Belajar rutin mengukur dan mencatat suhu basal tubuh, setiap pagi waktu bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas. Buat grafik sederhana agar terlihat naik turunnya suhu badan. Suhu badan waktu Ovulasi sangat unik yaitu : suhu turun sedikit kemudian melonjak drastis. Suhu tetap mengalami peningkatan selama 2 hari setelah ovulasi dan bisa dianggap sebagai masa subur.
Kasus : Cek grafik apakah pada tanggal 11-13 Februari terjadi kenaikan suhu badan yang unik dan drastis ?Bila Tidak, cek fungsi termometer atau gunakan termometer digital untuk mempermudah pembacaan suhu. Juga perbaiki cara mengukur suhu dengan meletakkan termometer di mulut (bukan ketiak) agar angka lebih akurat.
5. Belajar mengamati perubahan emosi (mood swing) karena adanya perubahan hormon. Hormon Estrogen meningkat pada saat ovulasi, biasanya membuat perasaan lebih sensitif/peka, payudara menjadi lembut dan berasa tubuh lebih sexy. Luteinising Hormone (LH) juga meningkat 2-3 hari menjelang ovulasi, dan untuk membantu pengukuran horman ini sudah tersedia test pack yang dapat dibeli dipasaran.
Kasus : Ovulasi test biasanya dilakukan untuk mengkonfirmasi tanggal yang diperkirakan sebagai tanggal ovulasi, yaitu saat dimana grafik suhu basal tubuh menunjukkan lonjakan drastis.
6. Belajar mengamati cairan lendir dari vagina karena perubahan struktur lendir terjadi saat ovulasi. Yaitu : Sebelum ovulasi dan sesudah ovulasi lendir berstruktur padat, lengket dan berwarna keruh (rasa kering) berubah menjadi lendir kental, lentur dan bening seperti putih telur (rasa basah) pada saat ovulasi, yang berarti waktu terbaik untuk menerima dan mengantar sperma ke saluran indung telur.
Kasus : Cek catatan apakah lendir putih telur muncul pada tanggal 11 Februari? Kalau tidak, coba perhatikan lebih seksama pada siklus berikutnya.
7. Cek posisi mulut/leher rahim dengan jari sendiri. Pada saat ovulasi posisi leher rahim naik keatas dan terbuka, sementara biasanya posisinya dibawah dant tertutup walau tidak rapat.
Kasus : Cek apakah posisi leher rahim berada diatas dan terbuka pada tanggal 11 Februari ? Kalau mengalami kesulitan melakukannya sendiri, dokter/perawat bisa membantu mengkonfirmasi hal ini.
8. Belajar mengamati tanda2 sekunder yang khas misalnya flek darah, nyeri di bagian bawah perut, wasir kambuh, sariawan, napsu makan dan libido bertambah, keletihan yang luar biasa,
Kasus : Cek adakah tanda khas yang tubuh alami pada tanggal 11 Februari ? Setiap wanita mempunyai tanda khas yang tidak sama.
Diharapkan dalam waktu 4-6 bulan proses pembelajaran ini (pencatatan dan pengamatan), POLA tertentu yang menunjukkan siklus kesuburan dapat dihasilkan. Sehingga seorang wanita dengan percaya diri dapat menentukan kapankah masa suburnya (juga masa tidak suburnya), dan mungkin mampu menentukan kapan ovulasi terjadi. Inilah kunci utamanya.
Namun walaupun kunci sudah ditangan dan sebaik apapun grafik/catatan kecil yang para wanita buat, tidak ada artinya kalau tidak ada kerjasama dan pengertian dari pasangan pria. Oleh karena itu usahakan bangun komunikasi, suasana romantik, sersan (serius tapi santai), tidak terlalu lelah bekerja terutama bila sang wanita mulai menebak bahwa masa subur/tanggal ovulasi segera tiba.
Pembuahan dengan bantuan : Tehnologi
Ketika pembuahan alami tidak kunjung berhasil maka bukan berarti jalan untuk memperolah buah hati menjadi buntu. Tidak sama sekali.
Beberapa kondisi yang biasanya menjadi biang keladi kesulitan pembuahan alami, yaitu :
1. Faktor Usia : semakin bertambah usia, maka angka kesuburan semakin menurun. Puncak produktivitas terjadi pada umur 20-24 tahun.
2. Faktor Diet : pola makan kurang sehat, kegemukan atau terlalu kurus, sehingga metabolisme dan hormon tidak seimbang. Indek masa tubuh dihitung dengan rumus yaitu : BB/TB pangkat 2. (BB=berat badan; TB=tinggi badan)
- Bila seorang wanita TB=163cm, maka BB yang dianjurkan adalah antara 52-67 kg.
- Bila seorang pria TB=170cm, maka BB yang dianjurkan berkisar antara 57-73 kg.
3. Faktor Gaya Hidup : kebiasaan merokok, alkohol, tidak berolah raga, gangguan pola tidur, stress kerja dan akhirnya terlalu lelah untuk berhubungan intim.
4. Faktor ketidaksuburan pria, yang paling umum :
- Infeksi Penyakit Kelamin menyebabkan saluran sperma tertutup. Jadi walau persediaan jumlah dan bentuk sperma normal, mereka tidak bisa tersalurkan dengan baik.
- Impoten menyebabkan penetrasi yang diperlukan dalam pembuahan alami menjadi gagal.
- Jumlah sperma yang dihasilkan tidak cukup banyak. (Normalnya 20 juta sperma/ml)
- Sperma banyak yang pasif ( 50% sperma harusnya mampu bergerak aktif)
- Bentuk sperma banyak yang kelainan (30% sperma harus mempunyai bentuk normal)
5. Faktor ketidaksuburan wanita, yang paling umum :
- Infeksi bakteri ‘chlamydia’ mengganggu proses berjalannya telur di saluran indung telur, menghalangi sperma bertemu dengan telur dan mengganggu telur yang sudah dibuahi menuju rahim (akhirnya mengakibatkan kehamilan diluar kandungan )
- Endometriosis, menutup saluran indung telur, sehingga tidak terjadinya pelepasan telur/ovulasi.
- Ketidak seimbangan hormon, menyebabkan ovulasi yang seharusnya normal menjadi terganggu.
Tehnologi adalah kunci penting yang dapat membantu proses pembuahan untuk beberapa kendala diatas. Memang biaya yang diperlukan untuk melakukan proses ini cukup besar dan beresiko tinggi. Belum lagi beberapa pandangan agama dan etika masih memperdebatkan pembuahan model ini sehingga patut dicermati oleh pasangan yang memutuskan pembuahan tehnologi.
Beberapa alternatif pembuahan dengan bantuan Tehnologi sebagai berikut :
1. Inseminasi Buatan
- Disarankan untuk pasangan dengan kendala jumlah sperma yang tidak cukup banyak.
- Cara : sperma disuntik di dalam rahim, dekat dengan saluran indung telur, sehingga pada waktu ovulasi terjadi sperma mudah bertemu dengan telur.
2. Induksi Ovulasi
- Disarankan untuk pasangan dengan kendala haid tidak teratur, ovulasi tidak rutin terjadi.
- Cara : Obat minum diberikan kepada wanita untuk merangsang pembentukan hormon reproduksi (FSH). Diharapkan dengan jumlah hormon yang sesuai dan waktu yang tepat, ovulasi dapat segera terjadi. Prosedur ini bisa dikombinasi dengan Inseminasi buatan, agar angka keberhasilan tinggi.
- Resiko : 10 % kemungkinan kehamilan kembar 2.
3. Hiperstimulasi Kandungan
- Disarankan untuk pasangan dengan kendala ovulasi tidak terjadi dan tidak mempan dengan obat hormon yang diminum.
- Cara : Dosis besar hormon reproduksi (FSH) disuntik langsung ke rahim untuk merangsang ovulasi.
- Resiko : 20% kemungkinan kehamilan kembar 2 dan 5% kemungkinan kehamilan kembar 3 atau lebih. Bayi kembar 3 atau lebih biasanya lahir dalam keadaan prematur (kurang dari 37 minggu). Sang Ibu punya resiko hiperstimulasi shock karena terlalu banyak telur yang lepas pada saat bersamaan. (normalnya hanya 1-2 telur terlepas dalam 1 siklus haid )
- Sebelum usia kehamilan 12 minggu, pasangan dapat meminta dokter untuk mengeliminasi beberapa janin. Sehingga dari 6 janin yang ada, hanya 2 yang dipertahankan dan sisanya dibiarkan mati dan terserap tubuh.
- Agama & Etika : Eliminasi janin sangat ditentang beberapa agama. Tindakan ini diperbolehkan hanya bila Dokter yang menganjurkan sehubungan dengan keselamatan janin lainnya.
4. Pembuahan Di Luar Kandungan ( bayi tabung )
- Disarankan untuk pasangan yang punya kendala ovulasi dan kelainan sperma ( jumlah, kwalitas dan bentuk)
- Cara : Mengambil telur dari wanita dan sperma dari pria, mempertemukan keduanya dan membiarkan pembuahan terjadi di penampung jaringan (culture dish). Dalam waktu 2-5 hari kemudian, satu atau beberapa embrio yang sehat ditempatkan di rahim wanita. Juga beberapa embrio sehat dibekukan dan disimpan untuk persediaan cadangan atau donor embrio.
- Fakta : Louise Joy Brown, bayi tabung pertama di dunia lahir pada tanggal 25 Juli 1978. Louise hidup normal, menikah dan mempunyai seorang anak laki2 berumur 3.5 tahun yang lahir dengan cara pembuahan alami.
- Agama & Etika : Agama katolik menentang bayi tabung karena pembuahan ini meniadakan hubungan intim dalam proses pembuahan dan menganggap embrio yang kebetulan mati dalam proses sama dengan tindakan aborsi.
5. Pembuahan dengan Suntikan Sperma ke dalam Inti Telur.
- Disarankan untuk pasangan pria yang mempunyai jumlah sperma sangat sedikit.
- Cara : Mengambil telur dari wanita dan satu sperma yang sehat disuntikkan langsung ke inti telur. Kemudian prosedur dilakukan sama seperti pembuahan bayi tabung.
6. Men-desain Pembuahan untuk tujuan tertentu :
· Screening Gen
- Disarankan untuk pembuahan yang beresiko besar menghasilkan gen abnormal (mis: down’s syndrome). Dilakukan dengan cara embrio yang dihasilkan melalui proses pembuahan di luar kandungan itu diteliti dahulu dan gen abnormal dibuang sebelum ditempatkan di rahim.
- Dilakukan juga untuk menyelamatkan saudara kandung yang sakit keras (cancer, kelainan darah dll). Dimana embrio si adik di design agar gen-nya cocok dengan gen si kakak yang sakit. Bila suatu saat kelak dibutuhkan, si adik dapat menjadi penolong untuk memberi donor darah, jaringan dan organ kepada si kakak.
· Mikrosorting
- Disarankan untuk pasangan yang mempunyai hubungan darah dan gen abnormal (hemophili) sehingga embrio ditelili sebelum di implan.
- Juga dilakukan untuk memilih jenis kelamin anak, dengan memisahkan kromosom X dan Y dan memilih salah satunya.
Adalah bukan rahasia lagi bahwa tes kesuburan dan keseluruhan proses dari pembuahan tehnologi adalah sungguh2 sebuah tes untuk kedewasaan hubungan dalam perkawinan.
Tes kesuburan akan langsung menghasilkan sebuah fakta dimanakah letak permasalahan ketidaksuburan dari pasangan. Sebaiknya hasil tes diterima dengan besar hati tanpa usaha untuk menyudutkan salah satu pihak menjadi malu, merasa bersalah.
Sementara pembuahan yang alami idealnya dilakukan dengan cara sangat intim dan bersifat pribadi, maka keseluruhan proses pembuahan tehnologi akan mengundang perhatian banyak individu (dokter, perawat, ahli gizi, lab staf, hormon therapist, akupuntur dll) untuk ikut campur dan memantau perkembangan proses pembuahan tahap demi tahap mulai dari tes kesuburan, kehamilan sampai kelahiran.
Banyak pasangan yang memulai proses pembuahan tehnologi dengan sebuah mimpi (memiliki seorang anak) berakhir tragis dengan kandasnya perkawinan tanpa hadirnya seorang anakpun. Kedua belah pihak menjadi begitu terobsesi (berharap) dan dalam saat bersamaan merasa tidak berdaya (cemas/kecewa) apabila proses pembuahan tidak kunjung membawa hasil. Belum lagi pengaruh induksi hormon yang menyertai proses pembuahan ini membuat masing2 pribadi menjadi begitu sensitif. Jadi alangkah baiknya apabila kedua belah pihak benar2 siap secara fisik, mental dan financial.
Pembuahan Pihak ketiga
Pembuahan ini akan menjadi sebuah alternatif bila pasangan telah melakukan 3 kali proses pembuahan bayi tabung dan tetap gagal untuk menjadi hamil. Seperti halnya adopsi (mengangkat seorang anak), pembuahan model ini juga memerlukan pertimbangan sejak awal mengenai hal etik dan perjanjian hukumnya. Keseluruhan proses pembuahan model ini sangat komplek, dan sampai saat ini masih jadi bahan perdebatan antara yang pro dan kontra.
Berikut adalah beberapa alternatif pembuahan pihak ketiga :
1. Donor sperma
· Disarankan untuk pasangan yang sperma pihak pria tidak ada sama sekali.
· Dimana telur wanita dipertemukan dengan sperma pihak ketiga, baik dengan cara inseminasi buatan atau bayi tabung. Kemudian embrio dibiarkan berkembang di rahim wanita secara alami.
· Fakta : pembuahan model ini banyak dilakukan oleh wanita single yang ingin mempunyai anak dan juga para pasangan lesbian.
2. Donor telur
· Disarankan untuk pasangan yang cadangan telur wanita tidak cukup untuk melakukan proses bayi tabung.
· Dimana telur wanita pihak ketiga diambil dan dipertemukan dengan sperma pasangan, kemudian embrio yang terbentuk ditempatkan di rahim si wanita.
3. Adopsi embrio
· Pasangan yang melakukan proses bayi tabung biasanya mempunyai cadangan embrio beku dan bila pasangan tersebut tidak membutuhkannya lagi karena proses pembuahan sudah berhasil, mereka memperbolehkan embrio ini diadopsi oleh pasangan lain yang membutuhkan.
· Embrio dari pihak ketiga, ditempatkan di rahim si wanita.
4. Surrogacy
· Berdasarkan sebuah perjanjian, maka pihak ketiga bersedia mendonorkan telurnya dan mengandung janin selama 9 bulan untuk pasangan .
· Pada saat kelahiran, maka bayi langsung diserahkan kepada pasangan.
· Fakta : Pembuahan model ini membuka peluang pasangan homoseksual untuk dapat memiliki anak.
“Dari mana sih saya lahir ? Bagaimana caranya ?”